• DailyBytes

Akuisisi ARM Oleh NVIDA Tidak Direstui FTC

Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat menggugat kesepakatan Nvidia untuk mengakuisisi perusahaan desain chip asal Inggris, Arm.


ARM NVIDIA Logo
ARM NVIDIA Logo, Source: GSM Arena

Komisi Perdagangan Federal (FTC) telah menantang kesepakatan Nvidia untuk mengakuisisi ARM, perusahaan desain chip asal Inggris. Pembelian senilai US$40 miliar (Rp577,4 triliun) itu dikatakan dapat mengekang persaingan dan memberi kedua perusahaan kendali lebih besar atas teknologi dan desain chip.


Why?

Alasan FTC di balik langkah tersebut adalah untuk mencegah penghambatan inovasi yang diyakini akan terjadi jika merger berhasil. Selain itu, FTC percaya Nvidia akan memiliki keuntungan yang tidak adil dalam mengakses informasi sensitif atas saingan seperti Qualcomm, Samsung dan Apple karena perusahaan-perusahaan ini mengandalkan desain chip berlisensi Arm.


"FTC menggugat untuk memblokir penggabungan chip semikonduktor terbesar dalam sejarah untuk mencegah konglomerat chip menghambat jalur inovasi untuk teknologi generasi berikutnya. Kesepakatan vertikal yang diusulkan akan memberi salah satu perusahaan chip terbesar kendali atas teknologi komputasi dan desain yang diandalkan oleh perusahaan saingan untuk mengembangkan chip pesaing mereka sendiri." kata Holly Vedova Direktur Biro Kompetisi FTC dikutip dari GSMArena.


Not Only FTC:

Pada September tahun lalu, Nvidia mengumumkan perjanjian membeli Arm dari Softbank. Perusahaan mengatakan kesepakatan diperkirakan akan ditutup dalam 18 bulan atau pada Maret 2022. Tetapi sepertinya kesepaktan tersebut tidak akan selesai pada waktu yang akan ditentukan, FTC akan bekerja sama dengan badan persaingan dari Uni Eropa, Inggris, Jepang, serta Korea Selatan. Untuk mencegah akuisisi ini terjadi dan persidangan diharapkan dimulai pada 9 Agustus 2022 mendatang.


Key Takeaways:

Saat ini industri chip dunia sedang mengalami krisis dari pasokan ke industri automotif hingga kartu grafis. NVDIA adalah salah pemimpin pasar di industri kartu grafis yang baru saja mencetak kinerja yang sangat positif pada kuartal 3 tahun ini, maka mudah saja bagi mereka untuk memperbesar bisnis dan mencoba untuk mengatasi masalah kekurangan pasokan chip dengan cara mengakuisisi pembuat chip terbesar di Eropa. Jika kesepakatan ini gagal, tidak hanya NVDIA yang akan mengalami pukulan tetapi juga SoftBank yang diperkirakan akan mengalami kerugian sebesar $US 78 miliar.