• dailybytes1

Agung Podomoro Sekarat

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti Agung Podomoro Land, mendapatkan penurunan peringkat utang dari lembaga pemeringkat Internasional, Moodys.

Setelah Agung Podomoro Land mencatatkan laporan keuangan yang kurang baik di kuartal satu tahun 2021, sekarang datang lagi masalah dari lembaga Internasional, Moodys. Yang menurunkan perigkat utang APL.

Podomoro City
Foto: Podomoro City, source: trenasia

Turun ke peringkat Caa1-

yang artinya perusahaan dengan peringkat Caa1 dinilai memiliki reputasi buruk dan memiliki risiko kredit yang sangat tinggi. Dalam kasus APL turunnya peringkat utang ini karena perusahaan bergantung pada penjualan aset dan pendanaan eksternal untuk memenuhi kebutuhan uang tunai.


Laporan Q1 2021:

  • Pendapatan: Rp 485,44 miliar (Q1 2020: Rp 1,32 triliun)

  • Beban pokok penjualan dan beban langsung: Rp 299,84 miliar (Q1 2020: Rp 772,99 miliar)

  • Laba kotor: Rp 185,60 miliar (Q1 2020: 548,58 miliar)

  • Rugi kurs: Rp 163,69 miliar (Q1 2020: Rp 1,05 triliun)

  • Pendapatan sewa: Rp 177,38 miliar (Q1 2020: Rp 237,84 miliar)

  • Penjualan apartemen: Rp 118,55 miliar(Q1 2020: Rp 902,19 miliar)

"Pembatasan ini mengakibatkan perlambatan aktivitas ekonomi global serta mempengaruhi permintaan barang dan jasa. Namun demikian, operasi kami di tahun 2021 menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang ditandai dengan meningkatnya pemanfaatan kapasitas produksi," tulis manajemen APL, dikutip dari CNBC Indonesia.


Data di atas menunjukan kinerja APL di kuarta satu tahun 2021, walau pendapatan yang menurun drastis (63%) tetapi perusahaan dapat tetap mendapatkan laba dan mengurangi rugi selisih kurs mereka dibandingkan dengan tahun yang lalu. Dua penyumbang pendapatan terbesar mereka masih merasakan efek dari COVID-19 apa lagi penjualan apartemen yang turun sebanyak 87%.


Walau sekarat dan saham perusahaan anjlok 19,21% selama sebulan terakhir, tetapi dengan kembali pulihnya ekonomi di Indonesia dan mall-mall kembali di buka diharapkan kinerja APL pun ikut membaik.