• DailyBytes

9 BUMN Selamatkan Industri Pariwisata RI

Angkasa Pura dan Garuda Indonesia bersama anak usaha mereka bahu membahu untuk menyembuhkan sektor pariwisata di Indonesia.

Berbagai usaha dilaukan oleh pemerintah untuk tetap menjaga semua indurstri ekonomi dalam negeri berjalan dengan lancar, terutama industri pariwisata yang terkena dampak yang sangat besar karena pandemi COVID-19 ini. Sekarang ada 9 BUMN dan anak usaha mereka yang ingin membatu keberlangsungan industri pariwisata RI.

Visit Indonesia
Foto: Visit Indonesia, Source: Barantum

Memperkuat protokol kesehatan

merupakan tujuan utama yang dibidik oleh BUMN. Sembilan perusahaan dan anak perusahaan BUMN telah berkolaborasi pada sub klaster customer experience untuk menyediakan layanan terintegrasi berbasis teknologi informasi. Langkah ini diambil oleh perusahaan yang merupakan anak perusahaan dari BUMN Ekosistem Pariwisata itu, yang nantinya akan menjadi anggota Holding BUMN Pariwisata dan Penunjang.


Direktur Project Management Office (PMO) Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, “Layanan terpadu ini meliputi personal assistance di bandara, kemudian pengiriman bagasi, parkir rawat inap, lounge, layanan terkait perhotelan seperti hotel. Layanan terpadu ini akan disediakan berbasis teknologi informasi,” ujarnya kepada CNBC Indonesia.


Sembilan perusahaan BUMN:

  • PT Angkasa Pura Supports, anak usaha PT Angkasa Pura I (Persero)

  • PT Angkasa Pura Solusi, anak usaha PT Angkasa Pura II (Persero)

  • PT Aero Systems Indonesia, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (Persero)

  • PT Angkasa Pura Hotel, anak usaha PT Angkasa Pura I (Persero)

  • PT Gapura Angkasa, anak usaha PT Angkasa Pura II (Persero)

  • PT Angkasa Pura Logistik, anak usaha PT Angkasa Pura I (Persero)

  • PT Angkasa Pura Kargo, anak usaha PT Angkasa Pura II (Persero)

  • PT Aerojasa Cargo, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (Persero)

  • PT Angkasa Pura Propertindo, anak usaha PT Angkasa Pura II (Persero).

Sembilan perusahaan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Bisnis di Sub-Cluster Customer Experience pada 26 Juli 2021. Pembentukan holding ini akan memberikan pelayanan yang terintegrasi, diharapkan pelayanan di bandara dapat lebih baik dan lancar di di tengah masa pandemi, calon penumpang pesawat dapat secara optimal merencanakan layanan apa saja yang dibutuhkan dan meminimalisir potensi antrian di terminal penumpang. Selain itu, diharapkan juga dapat memperluas layanan touchless sehingga dapat berdampak pada semakin ketatnya protokol kesehatan di sektor penerbangan nasional. Pembentukan holding ini juga diharapkan bisa mempercepat pulihnya sektor pariwisata di Indonesia.