• DailyBytes

8 BUMN Mendapatkan PMN Sebesar Rp 52 T

Pemerintah merestui pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) 2021 senilai Rp 52,03 triliun untuk delapan BUMN.


Kantor BUMN
Kantor BUMN, Source: Bisnis.com

Pemerintah telah menyetujui pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) 2021 senilai Rp 52,03 triliun kepada delapan BUMN. Nilai tersebut terdiri dari PMN senilai Rp35,13 triliun dan tambahan PMN sebesar Rp16,9 triliun. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan PMN ini akan diberikan kepada BUMN yang mayoritas akan melaksanakan penugasan dari pemerintah dan juga membantu menyelesaikan proyek yang sedang dikerjakan tahun ini.


The list:

  • Bahana Pembinaan Usaha Indonesia/BPUI atau IFG (Indonesia Financial Group) mendapatkan PMN senilai Rp 20 triliun

  • Tujuan: Melakukan restrukturisasi polis nasabah Asuransi Jiwasraya.

  • Hutama Karya/HK mendapatkan PMN sebesar Rp 6,20 triliun

  • Tujuan: Penugasan pembangunan jalan tol trans Sumatera (JTTS).

  • Pelindo III diberikan PMN sebesar Rp 1,2 triliun

  • Tujuan: penyelesaian penugasan pembangunan Pelabuhan Benoa di Bali dan mendorong pengembangan Bali Maritim Tourism Hub.

  • Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mendapatkan Rp 470 miliar

  • Tujuan: Pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang di Labuan Bajo.

  • Kawasan Industri Wijayakusuma/KIW mendapatkan anggaran senilai Rp 977 miliar.

  • Tujuan: Pembangunan kawasan industri di Batang.

  • PAL mendapatkan PMN sebesar Rp 1,26 triliun

  • Tujuan: Penguasaan teknologi pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan kapal

  • PLN mendapatkan senilai Rp 5 triliun

  • Tujuan: Pembangunan transmisi gardu induk dan distribusi listrik masuk desa.

Adapun tambahan PMN yang telah disetujui tahun ini diberikan kepada HK sebesar Rp. 9 triliun itu di luar pembangunan JTTS. Kemudian Waskita Karya diberikan Rp 7,9 triliun untuk mendukung restrukturisasi dan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan.


Additional:

Rencana penguatan permodalan dua bank BUMN, Bank Negara Indonesia dan Bank Tabungan Negara, senilai total Rp. 5,48 triliun, telah disetujui oleh Komisi VI DPR RI. Secara rinci dana yang akan diberikan ke BNI sebesar Rp. 3,5 triliun, sedangkan untuk BTN Rp. 1,98 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan dalam Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk tahun anggaran 2022.