• dailybytes1

4 Negara Ini Meluncurkan Skema Mata Uang Digital Bank Sentral

Bank sentral di Australia, Singapura, Malaysia, dan Afrika Selatan akan menguji coba pembayaran lintas batas menggunakan CBDC.


CBDC
CBDC, Source: Berita Crypto

Bank sentral di Australia, Singapura, Malaysia, dan Afrika Selatan akan menguji coba pembayaran lintas batas menggunakan mata uang digital bank sentral (CBDC). Uji coba ini dilakukan untuk menilai apakah di masa mendatang dapat menyelesaikan segala bentuk transaksi menggunakan uang digital dengan lebih murah dan mudah.


Langkah ini sebenarnya bukan hal baru, beberapa negara lain sudah mulai menjajaki CBDC, seperti China. Saat ini, bank sentral China (People Bank of China/PBoC) sedang menguji coba CBDC yang berfokus pada ritel yang dirancang menyerupai uang tunai yang beredar saat ini.


Why it matters?

Hampir semua proyek CBDC ini masih dalam tahap awal dan hanya beroperasi di dalam negeri. Namun, bukan tidak mungkin kerjasama beberapa bank sentral dapat mengembangkan aturan dan kerangka global tentang bagaimana CBDC dapat digunakan untuk transaksi internasional di masa depan.


Platform ini akan memungkinkan lembaga keuangan untuk bertransaksi langsung satu sama lain di CBDC dan tentu saja mengurangi waktu dan biaya transaksi. Inisiatif ini juga akan mengeksplorasi berbagai desain teknis, tata kelola, dan operasi.


Indonesia?

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bank sentral saat ini sedang berupaya mengintegrasikan keuangan ekonomi digital nasional. Oleh karena itu, akselerasi mata uang digital bank sentral (DBDC) atau rupiah digital akan dipercepat. Dan kita harus bisa memenuhi 3 syarat:

  • Merancang rupiah digital menjadi alat pembayaran yang legal. Namun, pada tahap ini masih dalam kajian.

  • Infrastruktur pasar uang dan sistem pembayaran, agar bisa menuangkan mata uang digital. Ini karena mata uang digital akan membutuhkan infrastruktur pasar uang dan sistem pembayaran yang terintegrasi.

  • Pilihan teknologi. Menurut Perry, nantinya ada berbagai pilihan, apakah menggunakan blockchain, DLT (Distributed Ledger Technology), atau menggunakan stablecoin.

"Saat ini belum punya urgensi untuk menerbitkan CBDC. Di beberapa negara (sudah berjalan), karena referensi penduduknya dalam memegang cash rendah. Di Indonesia urgensinya belum sebesar negara-negara itu. Konsep CBDC baru berkembang beberapa wacana," kata Erwin Haryono, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia.


Key Takeaways:

Munculnya mata uang digital bank sentral tidak bisa dihindari. Dengan keuntungan luar biasa bahwa banyak bank sentral telah menguji CBDC masing-masing. Tapi Federal Reserve dan Bank of England, bergerak lebih lambat. Strategi ini mungkin harus diterapkan oleh Indonesia, seperti yang dikatakan Erwin "di Indonesia urgensinya tidak sebesar negara-negara tersebut". Apa yang tidak bisa dihindari belum tentu optimal.