• DailyBytes

3 BUMN ini akan Melawan IndiHome

Jasa Marga, Perusahaan Gas Negara, dan PLN membuat bisnis internet untuk melawan IndiHome.


Penyedia Layanan Internet
Penyedia Layanan Internet, Source: GNFI

Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berlomba-lomba menjadi penyedia layanan internet belakangan ini. Hal ini karena pandemi telah memaksa hampir semua aktivitas, mulai dari belajar hingga bekerja, menggunakan internet. Jasa Marga, Perusahaan Gas Negara, dan PLN menciptakan layanan internet sendiri untuk memasuki pasar yang dipimpin oleh IndiHome.


Jasa Marga:

Jasa Marga mendirikan anak perusahaan yang diberi nama Jasa Marga Related Business (JMRB). Anak perusahaan pengelola jalan tol ini nantinya akan menyediakan infrastruktur backbone fiber optic yang dapat menjadi alternatif layanan bagi ISP (penyedia layanan internet) mengingat Jasa Marga saat ini memiliki infrastruktur jalan tol terpanjang yang membentang di pulau Jawa.


JRMB memilih ISP karena hanya beberapa layanan ISP di Indonesia yang memiliki infrastruktur jaringan sendiri. Dengan demikian, perusahaan ini tidak akan bersaing dengan perusahaan milik negara lain dengan bisnis inti telekomunikasi. JRMB nantinya akan menyediakan jaringan backbone fiber optic di area jalan tol yang dikelola Jasa Marga.


Perusahaan Gas Negara:

Perusahaan gas milik negara ini mendirikan Telemedia Dinamika Sarana yang telah meluncurkan Gasnet yang hanya melayani wilayah Batam, Bekas dan Jakarta. Masih tergolong baru, sehingga ketersediaan layanan juga masih sangat terbatas ddan hanya tersedia di lokasi tertentu. Dalam situs resminya disebutkan bahwa Gasnet menyediakan layanan internet untuk retail dan korporasi.


PLN:

Dari semua BUMN yang baru masuk bisnis ini. Anak perusahaan PLN, Indonesia Comnets Plus (ICON+) yang paling menjanjikan. ICON+ menyediakan produk layanan internet broadband berbasis jaringan fiber optik bernama Iconnet yang bersaing dengan Indihome, Biznet, dan lainnya.


Setelah diluncurkan pada bulan Juni, pada bulan Agustus iconnect memiliki lebih dari 45.000 pelanggan. Angka ini naik lebih dari 30% dibandingkan pengguna di bulan Juli. Perseroan juga menargetkan dapat menjangkau lebih dari 100.000 pelanggan hingga akhir tahun 2021. Optimisme ini muncul karena PLN merupakan penyedia listrik hingga pelosok tanah air dan perseroan memanfaatkan big data dari PLN dan analisis geospasial untuk memetakan target pelanggan.


Key Takeaways:

Pasalnya, banyak BUMN yang memasuki bisnis panas ini. Membuat Menteri BUMN Eric Tohir angkat bicara, menurutnya banyak BUMN yang melakukan ekspansi di luar clustering. Oleh karena itu, ia berencana untuk mengkonsolidasikan penyedia layanan internet milik negara. Menteri Erik juga telah mengkonsolidasikan BUMN yang bergerak di bidang jasa rumah sakit dan perhotelan, serta akan menyusul BUMN pelabuhan. Jadi sepertinya anak perusahaan BUMN ini tidak akan bertahan lama.